Sekilas

Paluang usaha agribisnis sangat menjanjikan. Indonesia sebagai negara agrasis (pertanian) memiliki aneka ragam hasil produk pertanian yang berlimpah. Pemanfaatan yang baik produk hasil pertanian sangat memungkinkan menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satu faktor utama yang diperlukan dalam rangka meningkatkan sektor usaha agribisnis adalah peran serta / dukungan dari pemerintah. Pemerintah diharapkan dapat mendukung secara moral dan infrastruktur kepada para petani guna meningkatkan hasil produksi sesuai dengan yang diharapkan. Bagi para petani diharapkan juga untuk mempersiapkan dengan perencanaan yang matang sebelum memulai usaha dibidang agribisnis ini.


Selasa, 11 Januari 2011

HARGA CABAI

Panen akhir Januari belum tentu bisa meredam kenaikan harga cabai
JAKARTA. Harga cabai diperkirakan masih enggan turun di tahun ini, karena curah hujan yang diperkirakan masih tinggi hingga akhir Maret 2011 bisa mengganggu panen cabai. Panen cabai di akhir bulan ini pun diperkirakan tak mampu meredam laju harganya.
Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krishnamurti mengatakan, tahun ini tantangan untuk sektor pertanian masih berat. "Akibat musim dingin, produksi pangan dunia juga akan terpengaruh turun atau relatif lebih kecil," ungkapnya Selasa (4/1). Penurunan produksi ini tentu saja akan berimbas pada produksi cabai nasional.

Bayu mengakui, pada Desember 2010, produksi cabai di beberapa sentra cabai seperti Banyuwangi, Jember, Kediri, Brebes, dan Sragen turun 20% - 30% karena serangan hama patek yang membuat buah cabai busuk, dan hujan lebat yang menyebabkan bunganya berguguran.
Lanjutnya, ada harapan harga cabai nasional akan turun pada akhir Januari ini karena beberapa daerah sentra cabai di Jawa Barat sudah mulai panen. "Beberapa daerah yang diperkirakan akan panen seperti Tasikmalaya dan Sukabumi. Mudah-mudahan pasokannya bisa bertambah," ujar Bayu.
Namun, Ketua Umum Agribisnis Cabai Indonesia, Dadi Sudiyana mengatakan, meski akan ada panen, tapi dia tak yakin panen ini bisa meredam harga cabai. Pasalnya, dua minggu lalu hama patek sudah mulai menyerang wilayah Jawa Barat. "Sehingga saya ragu apakah panen cabai akhir Januari nanti bisa bagus atau tidak," ujarnya, Selasa (4/1).

Tapi, jika produksi di Jawa Barat nanti bagus, Dadi bilang, bisa jadi kenaikan harga cabai sedikit teredam. Dia menggambarkan, dari total produksi cabai di Pulau Jawa sebesar 600.000 ton per tahun, kontribusi produksi dari Jawa Barat sekitar 35%.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura Hasanuddin Ibrahim mengatakan, untuk meredam kenaikan harga cabai, tahun ini Kementan akan menggenjot produksi cabai. Tahun lalu, Kementan memperkirakan produksi cabai 1,3 juta ton, sedangkan tahun 2011 diperkirakan bisa mencapai 1,45 juta ton.
(Sumber: Kompas)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar